|
Bedah refraksi meningkat popularitasnya selama 10 tahun terakhir, sebagian besar disebabkan oleh kesuksesan bedah LASIK. Kemajuan paling bermakna pada bedah refraksi adalah membaiknya kulitas penglihatan pasien setelah dilakukan tindakan, dimana hasil akhir bedah refraksi memiliki tajam penglihatan 6/6 tanpa kacamata setelah LASIK.
Pioner adalah Jose Barraquer (1949), yang dikembangkan dengan teknik-teknik yang lain, sebagai berikut:
- RK : 1970
- PRK : 1980
- LASIK : 1990
- LASEK : 1999
- ICRS
- Phacic IOLs
- Intra Corneal - Lens
Penggunaan Excimer Laser untuk membentuk kornea merupakan kemajuan penting dalam bedah refraksi, dimana dengan prosedur Laser dapat membentuk kornea dengan cara menghilangkan atau mengablasi sebagian jaringan dengan ketepatan mikroskopik yang tidak dapat diperoleh dengan prosedur bedah yang lain. Teknik Excimer Laser ini dikembangkan oleh:
- Trokel & Srinivasan, tahun 1983 insiyur yang menemukan Excimer Laser. Mempelajari efek laser pada kornea sapi dan menemukan bahwa laser dapat merubah bentuk kornea tanpa menimbulkan trauma termal pada jaringan sekitarnya.
- Mc Donald, 1988 menggunakan excimer laser untuk mengkoreksi kacamata dengan teknik PRK
- Ruiz, 1980 mengembangkan mikrokeratom automatis.
- Pallikanis, 1990 melakukan Lasik pertama kali.
Saat ini bedah wavefront quided LASIK menciptakan profil ablasi yang khusus untuk setiap mata, yang bertujuan untuk mengurangi aberasi yang ada dan mencegah timbulnya aberasi akibat prosedur lasik, sehingga akan menghasilkan kualitas penglihatan yang lebih baik dan ketajaman kontras yang lebih baik
Lasik menggunakan mikrokeratom untuk membuat flap sehingga epitel kornea dapat dipertahankan.
Keuntungan LASIK adalah: pemulihan lebih cepat, mengurangi nyeri dan didapatkan hasil refraksi yang lebih stabil.
Apa itu LASIK?
Laser Assisted In-Situ Keratomileusis atau LASIK adalah pembedahan yang dilakukan pada pasien rawat jalan yang mengkombinasikan tindakan kelainan refraksi bedah dan laser sebagai terapi pada myopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat) dan astigmatism (silindris).
LASIK merupakan tindakan bedah refraksi yang paling sering dilakukan, dengan menggunakan laser untuk merubah bentuk kornea sehingga memperbaiki fokus cahaya yang jatuh ke retina.
LASIK dapat menurunkan ketergantungan pada kacamata dan lensa kontak, atau bahkan menghilangkan kebutuhan terhadap kacamata dan lensa kontak.
Teknologi LASIK yang digunakan di Netra Klinik, merupakan teknologi yang pertama di Indonesia, yaitu:
tidak menggunakan gas, sehingga pasien terhindar dari bahaya racun gas
menggunakan ukuran mata laser yang lebih kecil sehingga proses terapi menjadi lebih cepat, akurat dan memberikan kenyamanan bagi pasien
Prosedur LASIK dilakukan dengan anastesi topikal dan membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, pasien tidak memerlukan rawat inap sesudahnya.
Bagaiman Prosedur LASIK?
- Setelah diberi tetes mata anestesi, digunakan mikrokeratom untuk membuat lapisan tipis pada kornea
- Lapisan tipis kornea diangkat dan dilipat kesamping kemudian jaringan kornea dibawahnya dibentuk oleh laser dengan memakai teknologi waveront untuk mencapai bentuk kornea akurat
- Lapisan tipis kornea kemudian dikembalikan menutupi jaringan kornea yang telah dilaser.
Seluruh prosedur ini dilakukan dalam waktu ± 20 menit dan pasien tidak perlu dirawat inap.
Bagaimana post Operasi Lasik?
- Selama operasi Lasik tidak terasa nyeri, namun akan terasa ada tekanan disekitar mata
- Setelah operasi Lasik akan terasa mengganjal
- Setelah operasi Lasik, diharuskan memakai pelindung agar mata tidak terkena benturan
- Setelah operasi Lasik, diharuskan tidak memakai kosmetik disekitar mata
Siapa Kandidat LASIK?
- Pasien yang berusia diatas 18 tahun
- Memiliki kelainan refraksi miopia, hiperopia dan astismatism.
- Refraksi atau ukuran kacamata yang stabil
- Tidak sedang hamil atau menyusui
- Tidak terdapat penyakit mata yang lain, seperti glaukoma, infeksi atau mata kering
Beberapa pemeriksaan mata dan konsultasi dengan dokter akan menentukan apakah pasien adalah kandidat yang tepat untuk dilakukan tindakan lasik.
Sebelum pemeriksaan, pastikan bahwa anda telah melepas lensa kontak lunak (soft lense) selama 2 minggu dan lensa kontak keras (hard lense) selama 3 minggu untuk ketepatan pemeriksaan.
Pasien diatas usia 40 tahun, akan tetap menggunakan kacamata baca setelah Lasik
Adakah Efek Samping & Komplikasinya ?
Sebagaimana diketahui bahwa semua tindakan bedah mempunyai efek samping. LASIK merupakan tindakan bedah yang mempunyai resiko, resiko yang dapat terjadi meskipun jangarang adalah :
- Kelebihan koreksi
- Kekurangan koreksi
- Regresi, yaitu kelainan refraksi yang dapat timbul kembali namun dapat dikoreksi kembali
- Infeksi
Beberapa pasien mengalami efek samping sementara seperti :
- Tidak nyaman atau nyeri
- Pandangan kabur
- Mata kering
- Silau
- Sensitif terhadap cahaya
|